


motor vespa yang bagai teronggok sia-sia, diselubungi daun dan againya itu, justru disengaja. Karena itulah disebut sebagai vespa gembel, hasil modifikasi para penggemarnya.
Komunitas vespa yang udah di modifikasi ini biasanya menyebut motor nyentrik mereka itu sebagai aliran vespa ekstrim. Sementara orang luar mengenalnya sebagai vespa gembel.Tampilan sengaja dibikin hancur lebur, kayak rongsokan. Hanya mesin yang performanya dibikin bagus.
Dari mulai dudukan toilet, angkoran sapi,sampai binatang yang diair keras, bisa ikut menghiasi. Singkat kata, tak ada batasan. Terserah imajinasi yang punya vespa. Termasuk modifikasi ukuran panjang vespa.
Ngak tau kebetulan atau bukan, tampilan vespa yang berkesan urakan tapi dengan mesin yang siap buat dibawa jalan jauh, seperti mencerminkan kepribadian para penggemarnya, yang terkesan cuek dan berangasan. Namun didalam hatinya sangat menjunjung persahabatan.
Rongsok dan rombeng apa bedanya? sebenarnya ga jauh, karena mereka masih satu saudara serumpun dalam kajian semantiknya (maknanya). Menurut KBBI, rombeng adalah sobek/rusak karena sudah tua, sementara rongsok adalah bejat atau rusak sama sekali
Vespa Gembel sekarang mulai marak. Ada yang menyebutnya dengan istilah Vespa Gembel, Vespa Sampah ada juga yang menyebutnya Vespa Anker (Peang) dan ada juga menyebutnya Vespa Primitive, namun ada juga yang menyebutnya dengan Vespa Antik.
Tidak tahu kita sebetulnya apa yang ada dalam benak dan perasaan mereka ketika memacu Vespa bututnya di tengah keramaian kota bahkan saat menuju ke luar kota. Soal penampilan gembel memang menjadi sesuatu yang sangat tidak kepalang nikmatnya bagi mereka, tapi apakah mereka paham soal keselamatan? Untuk yang satu ini mungkin tak perlu bagi mereka karena dalam pikiran mereka, soal keselematan harusnya jadi kewajiban orang lain yang akan berpapasan atau menyalib mereka, karena -anggapannya- mereka adalah para gembel yang patut diberi prioritas dan perhatian.
Bagaimana dengan Polisi yang melihat fenomena ini? Jangankan bertanya dan menangkap, kelihatannya Polisi malah buang muka melihat “bongkahan” sampah berjalan ini. Tak ada gunanya menghabiskan energi kepada kendaraan yang satu ini, kata polisi dalam hatinya. Mau ditangkap juga mau diletakin kemana? Akan tetapi apa sikap Polisi jika sikap Vespa Gembel ini memakan korban, entah menabrak kendaraan atau orang lain atau anggotanya yang jadi korban akibat kelalaian dalam menjaga keselamatan penumpangnya? Apakah Polisi memaafkan karena disebut gembel?
Bagaimana dengan Polisi yang melihat fenomena ini? Jangankan bertanya dan menangkap, kelihatannya Polisi malah buang muka melihat “bongkahan” sampah berjalan ini. Tak ada gunanya menghabiskan energi kepada kendaraan yang satu ini, kata polisi dalam hatinya. Mau ditangkap juga mau diletakin kemana? Akan tetapi apa sikap Polisi jika sikap Vespa Gembel ini memakan korban, entah menabrak kendaraan atau orang lain atau anggotanya yang jadi korban akibat kelalaian dalam menjaga keselamatan penumpangnya? Apakah Polisi memaafkan karena disebut gembel?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar